DPRD Bantul Inisiasi Perda Perlindungan Perempuan dan Anak

Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terus meningkat dari tahun ke tahun di Kabupaten Bantul, demikian menurut  anggota dewan Dra. Hj. Maslakhah yang disampaikan dalam dialog interaktif disalah satu televisi lokal di Yogyakarta. Data tersebut berhasil dikumpulkan dari dari BKK-PP-KB, lembaga-lembaga pemerintah lainnya dan lembaga swasta yang ada di Bantul. Hal inilah yang mendorong DPRD menginisiasi raperda dalam upaya memberikan perlindungan dan pelayanan terhadap perempuan dan anak korban kekerasan di Kabupaten Bantul.

Hal senada juga disampaikan oleh Subkhi Ridho M. Hum yang juga menjadi narasumber dalam dialog interaktif tersebut dan sekaligus bersama-sama dengan anggota dewan dalam merancang Raperda Perlindungan Perempuan dan Anak di Kabupaten Bantul. Menurutnya, tidak hanya dalam upaya perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan akan tetapi sebagai upaya pencegahan terjadinya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak. Selain itu, hal yang paling penting adalah adanya regulasi yang bersifat komprehensif dan kuat dalam melindungi perempuan dan anak dari bentuk tindak kekerasan dan diskriminasi di bidang politik, hukum, ekonomi, pendidikan, kesehatan serta bidang lainnya.

Raperda tersebut  dimasukkan dalam prolegda yang akan dibahas dan ditetapkan pada tahun 2013 mendatang. Maslakhah bersama dengan anggota dewan lainnya sangat optimis raperda ini dapat disahkan di awal triwulan tahun 2013 dan berharap semua pihak ikut terlibat dalam proses pembahasan untuk memberikan masukan terhadap raperda ini. (is)

Leave a Response


9 − one =