1/30/12 •
Kursus Parlemen Perempuan kembali sukses diselenggarakan oleh Konsorsium Kepemimpinan Perempuan dan pencapaian MDG’s yang terdiri dari Arasita, Pusat Studi Wanita (PSW) UGM, PSW UNY, LSIP, Kemitraan, KPI, Perempuan dan MDG’s. Kuliah reguler kursus ini merupakan yang kedua setelah sebelumnya telah dilaksanakan kuliah perdana pada tanggal 12 November 2011.
Bertempat di Universitas Negeri Yogyakarta, pertemuan ini mengusung tema “Pendidikan Perempuan dan Partai Politik” dengan pembicara Dra. Sri Djoharwinarlien, SU, Kepala Pusat Studi Wanita Universitas Gajah Mada dan Dosen FISIPOL UGM.
Di kesempatan kali ini, dibagikan makalah yang telah dipersiapkan sebelumnya oleh pemateri. Dalam tulisan tersebut, telah dibagi kerangka sistematika menjadi tiga bagian :
10/24/11 •
Yogyakarta, 21/10 (ANTARA)- Sejumlah organisasi non pemerintah bekerjasama dengan perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta, membuka sekolah politik untuk penguatan kapasitas perempuan. Ketua Pelaksana sekolah politik perempuan Subkhi Ridho di Yogyakarta, Jumat, mengatakan sekolah politik perempuan atau kursus parlemen perempuan bertajuk “Kepemimpinan Perempuan Sebagai Upaya Mencapai Kesejahteraan Sosial” ditujukan bagi sejumlah anggota dewan, perempuan yang [...]
10/22/11 •
Oleh Nur Azizah Reformasi politik yang terjadi tahun 1998 memberikan peluang gerakan perempuan untuk melancarkan advokasi kuota perempuan sehingga akhirnya tercantun dalam pasal 65 UU 12/2003 tentang Pemilu DPR dan diperbaiki dalam UU 10/2008. Akhir-akhir ini keterwakilan perempuan mengalami kenaikan dari 11% (2004) menjadi 18% (2009). Namun angka ini masih jauh dari target terciptanya perimbangan [...]
10/22/11 •
Oleh Siti Ruhaini Dzuhayatin[1] ruhainidz@yahoo.co.id 1. Kepemimpinan Perempuan di Indonesia Kepemimpinan perempuan dalam berbagai sektor di Indonesia masih sangat tertinggal jika dibandingkan dengan laki-laki meski pemerintah Indonesia telah mencanangkan program Pengarusutamaan Gender melalui Inpres N0.9 tahun 2000. Realitas tersebut seringkali dinafikan oleh keberadaan presiden dan beberapa menteri perempuan. Keberadaan mereka seringkali dijadikan legitimasi [...]
Older Posts